Pages


Saturday, December 31, 2011

Cerpen (Kenangan Bukit Kelabu)


Kenangan Bukit Kelabu

Di sebuah tempat yang teduh duduklah sosok kerang cantik yang sedang menunggu temannya yaitu si kepiting tampan. Hampir setiap detik ia mengamati jam tangannya, tak terlihat juga sosok yang ia tunggu-tunggu. Sampai-sampai ia terbuai oleh senandung burung-burung dan semilir lembut angin disekitarnya. Beberapa saat kemudian si kepiting datang dan ia melihat, saat itu pun kepiting sadar betapa setianya kawannya itu.
‘’ hei kerang, bangun… aku sudah datang.’’ Kepiting berusaha membangunkan kerang yang tertidur pulas.
‘’ hah,,, oh… kamu sudah datang, aku kira kamu tidak datang karena acara ini mungkin tidak begitu penting bagimu.’’ Sahut kerang.
‘’ya, tapi kau kan sahabatku, aku harus setia kawan.’’
‘’jadi aku kau anggap sahabat?’’ tanya kerang dengan nada berharap
‘’ia, tidak mungkin kau ku anggap musuh karena kau sering membantu ku dalam keadaan sulit, ya kan!!’’
‘’hhheeeemm….’’ Kerang hanya bisa tersenyum kecil, tapi jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat ingin jika kepiting menganggap dirinya sebagai orang yang spesial, tapi ia pun menyadari memang dirinya adalah kerang biasa yang mempunyai banyak kekurangan.
‘’hei,,, kenapa bengong???’’ tanya kepiting membuyarkan pikiran kerang.
‘’oh,,, tidak-tidak, oh ya, aku mau mengajakmu ke suatu tempat yang indah, kamu mau ya?’’
‘’kemana? Bukannya tadi kau mau mengajakku ke sebuah acara?’’
‘’itulah acaranya.’’
‘’jadi kau menyuruhku kemari hanya untuk itu?’’
‘’iya, tolonglah.. jangan menolaknya.’’ Kata kerang dengan nada berharap.
‘’ya sudah, ayo!’’
Dengan penuh rasa bahagia, si kerang yang ceria itu langsung mengajak kepiting menuju tempat yang kerang janjikan. Sesampainya di tempat yang penuh dengan bunga dan hamparan bukit hijau yang mempesona, disitulah mereka berdua menghentikan langkah mereka.Memang benar indah tempat itu. Sampai-sampai kepiting menganga melihat  keindahan dan kesejukan tempat itu.
‘’wow.. it’s wonderfull..’’ kata kepiting,
‘’yups… tempat ini bagai surga bagiku, dan aku punya 1 permintaan untukmu.’’
‘’permintaan? Apa?’’ tanya kepiting sembari masih terpukau melihat pemandangan di tempat itu,
‘’aku mau kau merawat dan menjaga tempat ini jika aku sudah tiada nantinya.’’
‘’hahahahahahahahaha……. Jangan bercanda kerang. Kau tidak akan mati kok, malah mungkin saja aku yang akan duluan meninggalkan dunia ini.’’ Jawab kepiting dengan terbahak.
‘’hey, aku serius,, kamu jaga tempat ini ya?’’
‘’iya, aku janji, tapi ini tempat apa namanya?’’
‘’ini, namanya ‘bukit kelabu’.’’
‘’ha…..???? bukit kelabu??? Tempat sebagus dan seindah ini kau namai begitu? Kau sudah gila ya??’’
‘’aku tahu, dan aku juga tak tega menamainya seperti itu, tapi suatu saat kau akan tahu alasannya.’’Kata kerang seraya meninggalkan kepiting sendirian di tempat itu.Kepiting masih saja heran dengan sifat  sahabatnya akhir-akhir ini.
Waktu berjalan seiring dengan hari-hari bahagia kerang, sekarang kerang jauh berbeda. Ia bukan sosok dahulu yang ceria, dan ramah. Semenjak ia ajak kepiting ke bukit kelabu, kerang jadi orang pendiam, sering melamun dan selalu meneteskan air matanya.
Ketika siang hari yang panas, kerang berniat untuk mengunjungi bukit kelabunya itu, tapi tiba-tiba kerang tersentak dengan sosok yang ia cintai sedang bersukaria bersama bintang laut cantik di tempat kesukaannya. Kepiting yang melihat keberadaannya itu langsung menyambutnya dengan bahagia dan kepiting itu mengenalkan bintang laut cantik disampingnya itu.
‘’hai… aku bintang, kekasih kepiting.. kau kerang sahabatnya itu kan?’’
‘’hah…. Oh…. Eee…. i..i..iya, iya…’’ jawab kerang dengan wajah yang pucat pasi,,,
Ia benar-benar tak menyadari jika kepiting kini menyukai orang lain dan bukan dirinya,
‘’ eh… ee…. Kerang, aku mau jalan-jalan dulu ya bersama bintang, kamu tidak keberatan kan aku tinggal?’’
‘’tidak.. selamat bersenang-senang ya?’’ jawab kerang yang meneteskan air mata dan berusaha menutupi kesedihannya itu. Sekilas ia melihat mereka memadu kasih, kerang tak kuasa menahan tangisnya, hatinya terasa teriris perih, kini hanya tersisa harapan hampa. Hancur sudah perasaan yang telah ia jaga demi menunggu cinta kepiting, ia tak tahu harus berbuat apa. Sendirian ia berjalan menyusuri perbukitan yang asri itu, pemandangan bukit itu tak seperti keadaan hatinya itu, kerang merasa kesepian dan hampa setelah sahabatnya meninggalkannya,
‘’Ya TUHAN, mengapa semua terjadi padaku? Kau tak adil, baru aku tahu cinta itu tak seperti yang kuduga selama ini, ternyata cinta hanya bisa menusukku dari belakang! Aku benci….. aku benci semuanya, disaat aku tak punya siapa-siapa lagi, orang yang kucintai pun tega meninggalkanku! Kini apa artinya aku di dunia ini?’’ teriak kerang dengan isakan tangis yang menghapus semua keceriaannya.
Saat kepiting kembali ke bukit kelabu untuk menemui sahabatnya itu, tiba-tiba ia telah menemukan sahabatnya terbaring di hamparan hijaunya bukit kelabu, saat itu ia panik, dan berusaha mambangunkan sahabatnya yang sudah tak sadarkan diri.
Saat itu ia sadar bahwa sahabatnya, kerang yang selalu ceria itu telah meninggalkan dunia ini untuk selamanya, dan saat itu juga kepiting menemukan sepucuk surat berwarna kelabu di tangan kerang dan dengan segera ia pun membacanya.

`Dear, kepiting`
Sahabatku,
Maaf telah mengecewakanmu,                                                    
Aku tak tahan dengan semua ini, aku terlanjur perih dan hancur ketika kau bersama bintang
Sungguh bahagia saat kau bersamaku, menghapus semua sakit yang kurasa,
Apa mungkin kau menyadari apa yang ku rasa?
Ku cinta kau sedari dahulu, ku selalu  sabar menunggumu, tetapi kau acuhkan aku saat aku memerlukan kasih sayang dari seseorang, kini kau telah berbahagia, jadi kau rawatlah ‘’BUKIT KELABU’’ ini dengan bintang laut yang kau cintai, aku menamainya seperti itu karena disinilah aku selalu meluapkan kesedihan dan air mata, jadi tempat itu tak pantas lagi disebut indah, aku janji akan selalu menyayangimu, akan selalu menunggumu disini, bahagialah kau sahabat,,, terimakasih telah mengajariku arti sahabat… selamat tinggal, aku akan baik-baik saja disini,….
                                                                                                ` Salam bahagia`
                                                                                                         kerang    

‘’kenapa kau baru bilang sekarang kalau kau suka padaku? Dan kenapa kau meninggalkan aku disaat aku masih memerlukanmu sebagai sahabatku? Kau jahat kerang, kau tega! Betapa bodohnya aku tak menyadari ada sahabat yang menyukaiku sejak dulu, aku memang tak pantas dimaafkan. Aku bukan sahabat yang baik!’’ kata kepiting menyesal karena telah ditinggal sahabatnya yang tersayang.
Kini waktu demi waktu berjalan seiring usa kepiting, semasa hidupnya ia tak akan bisa melupakan kerang dan semua jasa-jasa sahabatnya itu, walau kini ia dan si bintang laut bahagia dan sudah menikah, tetapi mereka sama sekali tidak melupakan janji mereka untuk merawat BUKIT KELABU sebagai rasa terimakasih mereka terhadap kerang,,,,
‘’Kerang………. Semoga kau bahagia!!!’’
                                                                               
 Selesai…..




 CREATED BY: NI PT. IKA SUKMADEWI
 (17-06-2010, THUSRDAY)

Saturday, December 3, 2011

Bhuana Alit


           AGAMA HINDU
BHUANA ALIT

 
SMA Negeri 1 Tabanan
2011/2012
A.      Pengertian Bhuana Alit
Bhuana:  alam, dunia atau jagat
Alit         :  kecil
Jadi, Bhuana Alit adalah alam kecil atau atau sering disebut dengan Mikrokosmos

B.      Proses Penciptaan Bhuana Alit
Sari-sari Panca Maha Bhuta menjadi Sad Rasa ialah manis, pahit, asam, asin, pedas dan sepat. Unsur Sad Rasa bergabung dengan unsur Citta, Budhi, Manah, Ahangkara, Dasendria, Panca Tan Mantra, Panca Maha Bhuta membentuk dua unsur benih kehidupan. Kedua benih kehidupan itu disebut Sukla dan Swanita. Sukla artinya sperma dan Swanita artinya ovum.
Pertemuan antara Sukla dan Swanita itu sama halnya dengan pertemuan antara Purusa dan Prakerti, maka muncullah ciptaan makhluk hidup yang telah memiliki Atma sebagai bagian kecil dari Parama Atman. Unsur Citta, Budhi, Manah, Ahangkara, Dasendria membentuk indria manusia, Panca Tan Mantra dan Panca Maha Bhuta, membentuk tubuh manusia, Atma memberi jiwa pada makhluk. Maka terciptalah manusia yang lengkap memiliki jiwa, pikiran, perasaan, organ tubuh yang sempurna adanya. Manusia pertama adalah Manu atau Swayambhumanu.

C.      Unsur-unsur Pembentuk Bhuana Alit
Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit  diciptakan oleh pencipta tunggal yaitu Tuhan yang menciptakan purusa dan prakrti. Pada diri manusia unsur purusa itu menjadi Jiwatma (Suksma Sarira atau Lingga Sarira), sedangkan unsur prakerti menjadi badan kasar (Sthula Sarira).

Suksma Sarira terjadi pada Budhi, Manas dan Ahamkara yang disebut  juga Tri Antah Karana yang artinya “tiga penyebab akhir”.
Masing – masing bagian dari Tri Antah Karana memiliki fungsi :
a.       Budhi, fungsinya untuk menentukan keputusan.
b.      Manas,fungsinya untuk berpikir.
c.       Ahamkara, fungsinya untuk merasakan dan bertindak.
Tri Antah Karana merupakan alat batin manusia yang menentukan watak dan pikiran manusia. Pikiran inilah yang bersumber dari Dasa Indriya yang artinya sepuluh indriya. Dasa Indriya ini dikelompokkan menjadi 2 bagian antara lain:
a.       Panca Budhindriya, yaitu 5 macam indriya yang berfungsi untuk mengetahui sesuatu. Terdiri dari :
1.       Caksuindriya yaitu indriya pada mata yang berfungsi untuk melihat.
2.       Srotendriya yaitu indriya pada telinga yang berfungsi untuk mendengar.
3.       Ghranendriya yaitu indriya pada hidung yang berfungsi untuk mencium bau.
4.       Jihwendriya yaitu indriya pada lidah yang berfungsi untuk mengecap rasa.
5.       Twakindriya yaitu indriya pada kulit yang berfungsi untuk alat peraba.
b.      Panca Karmendriya, yaitu 5 macam indriya yang berfungsi untuk melakukan sesuatu.
Terdiri dari :
1.       Panindriya yaitu indriya pada tangan.
2.       Padendriya yaitu indriya pada kaki.
3.       Garbhendriya yaitu indriya pada perut.
4.       Upasthendriya / Bhagendriya  yaitu indriya pada kelamin laki – laki  dan wanita.
5.       Payuindriya yaitu indriya pada pelepasan anus.
Panca Budhindriya dan Panca Karmendriya tersebut terjadi karena Ahangkara yang mendapat pengaruh dari Guna Satwa.
Sthula Sarira terjadi akibat dari Panca Tanmatra yang berevolusi. Sedangkan, Panca Tanmatra terjadi sebagai akibat dari Ahangkara yang mendapat pengaruh dari Guna Tamas. Unsur – unsur dari Panca Tan Matra yaitu :
a.       Sabda Tanmatra (bekas – bekas suara)
b.      Sparsa Tanmatra (bekas – bekas rasa yang berasal dari sentuhan)
c.       Rupa Tanmatra (bekas – bekas cahaya)
d.      Rasa Tanmatra (bekas – bekas rasa yang pernah dikecap)
e.      Gandha Tanmatra (bekas – bekas bau)

Unsur – unsur yang ada diatas tersebut selanjutnya mengalami evolusi yaitu:
a.       Sabda Tanmatra dapat berubah menjadi akasa (ether). Dalam tubuh manusia berwujud segala rongga, misalnya rongga dada, mulut dan lainnya. Fungsi akasa ini yaitu untuk memunculkan perasaan marah, malu, kagum, dan nafsu birahi dalam diri manusia.
b.      Sparsa Tanmatra dapat berubah bentuk menjadi bayu. Yang dalam tubuh manusia dapat berupa nafas atau udara. Fungsi bayu adalah sebagai tenaga penggerak manusia untuk melakukan kegiatan.
c.       Rupa Tanmatra dapat berubah bentuk menjadi teja, yang berwujud zat atau sesuatu yang panas dalam tubuh manusia. Fungsi teja yaitu untuk memunculkan rasa mengantuk, rasa lapar, rasa marah, dan lainnya.
d.      Rasa Tanmatra dapat berubah bentuk menjadi apah. Apah ini dalam tubuh manusia berwujud darah, lemak, empedu, dan segala yang bersifat cair.
e.      Gandha Tanmatra dapat berubah menjadi perthiwi, yaitu zat padat yang ada dalam tubuh manusia yang meliputi tulang, urat, kulit, kuku dan lainnya.

  Unsur lain pembentuk Bhuwana Alit (manusia)
A.       Terkait dengan keberadaan Sthula Sarira
antara lain :
1.       Sad Kosa (6 lapis pembungkus badan kasar manusia)
Yang terdiri dari :
a.       Asti/ tawulan yaitu tulang manusia
b.      Odwad yaitu otot pada manusia
c.       Mamsa yaitu daging
d.      Rudhira yaitu darah dan
e.      Carma yaitu kulit
2.       Dasa Bayu (10 macam udara dalam badan manusia)
Yang terdiri dari :
a.       Prana, adalah  udara yang terdapat dalam paru – paru
b.      Samana, adalah udara yang terdapat dalam organ pencernaan
c.       Apana, adalah udara yang terdapat pada bagian belakang/pantat manusia
d.      Udana, adalah udara yang terdapat pada kerongkongan
e.      Byana, adalah udara yang menyebar ke seluruh tubuh
f.        Naga, adalah udara yang terdapat pada perut disaat mengempis
g.       Kumara, adalah udara yang keluar dari badan, tangan, dan jari – jari
h.      Krakara, adalah udara yang keluar pada saat bersin
i.         Dewadatta, adalah udara yang keluar saat kita menguap
j.        Dananjaya, adalah udara yang member makan pada badan

B.      Terkait dengan Suksma Sarira atau badan halus manusia
Yaitu 5 macam unsur pembungkus suksma sarira atau disebut dengan Panca Mayakosa yang terdiri dari :
a.       Anamaya Kosa yaitu unsur pembungkus yang berasal dari sari makanan
b.      Pranamaya Kosa yaitu unsur pembungkus yang berasal dari sari nafas
c.       Wijnanamaya Kosa yaitu unsur pembungkus yang berasal dari sari pengetahuan
d.      Manomaya Kosa yaitu unsur pembungkus yang berasal dari kebahagiaan.

D.      Sloka-sloka Mengenai Penciptaan Bhuana Alit
             1.    Kitab Manawa Dharma Sastra 1.9
“So’bhidhayaya carirat swatsisrksur wiwidhah prajah, apa ewasa sarja dan tasu bija mawa bijat”
Artinya: Ya Tuhan yang menciptakan dari dirinya sendiri semua makhluk hidup yang beraneka ragam, mula-mula dengan pikirannya, terciptalah air dan dan meletakkan benih-benih kehidupan pada air itu.
             2.    Kitab Bhagawad Gita XIV.3
“Mama yonir mahad brahma, tasmin garbham dadhamy aham sambhavah’sarwabhutanam tato bhavati bharata”
Artinya: KandunganKu adalah Brahma Yang Esa di dalamnya Aku letakkan benih dan dari sanalah terlahir semua makhluk, wahai Bharata.
             3.   Kitab Manawa Dharma Sastra 1.41
“Ewwametairidam sarwam manniyoganmahatmabhih yathakarma tapoyogatsrstam sthawarajabggamam”
Artinya : Demikianlah semua ciptaan, yang bergerak maupun yang tidak bergerak, diciptakan oleh mereka yang Maha Atma dengan kekuatan tapanya, semuanya atas perintah-Ku dan menurut hasil daripada perbuatannya.

Cerpen (Maafkan Ma..)



Maafkan Ma…

“Ma. Fika berangkat dulu ya?”
“Ya, hati-hati, inget di sekolah gak boleh main-main, harus serius belajar.”
“Siiippp.. Ma.”
Hampir setiap hari aku mendengar kata-kata itu dari Mama, bosen sih iya. Tapi yang namanya orang tua, pasti selalu nasehatin anaknya.
Sesampainya di school….
“Fika! Sini deh, minggu depan gue ngadain party di rumah gue, elo harus dateng ya? Awas gak.” Ujar Renita seraya memberiku kartu undangan pesta.
“Mmhmh, gue usahain deh.” Jawabku agak ragu.
“Kok usahain, pokoknya elo harus dateng, ini tu acara yang penting banget. Elo tega ama temen nih.”
“Ren, elo kan tau Nyokap gue kayak gimana.”
“Ya deh, gue ngalah. Tapi kalo elo dateng, elo harus ajak cowok lo, si Aldo.”
“Gue usahain ya!”
####
“Huh, gue pengen banget ke pesta itu, tapi gue pasti gak dikasi buat dateng ke sana.”Gumamku dalah hati.
Di saat aku lagi bosen atau istilahnya gak mood, eh, ada Aldo yang nyebelin itu ngagetin aku.
“Fika ku sayang, ngapain kok ngelamun sendiri? Gue tau, pasti mikirin gue, orang yang selalu ngangenin. Ya kan?”
“Adddduuuhhhh…. Ribet deh punya cowok yang GR-nya udah parah banget. Lagian juga siapa coba yang mikirin cowok nyebelin kayak elo.”
“Nyebelin ya? Tapi elo suka kan?”
“Terserah deh, gue mau curhat nih Do, tadi nih ya, Renita ngasi gue undangan ke party, gue mau ikut sebenernya. Tapi…..”
“Gue tau, karena nyokap lo kan? Gue ngerti sikap nyokap lo itu Cuma buat ngelindungin lo, tapi kalo lo ngomong baik-baik pasti dikasih ke party-nya Renita.”
“Lo bantuin gue ngomong ya?”
“Pasti Fik, gue selalu ada buat lo.”
Setiap kata yang terucap dari Aldo selalu membuatku tenang dan terhibur. Aku sangat takut kehilangan dia. Terkadang aku sadar aku telah bersikap terlalu posesif padanya. Tapi kini aku sadar, tindakanku salah. Aldo juga sangat mengerti perasaanku, dia selalu ada jika aku sedang sedih ataupun saat aku bahagia. Tapi aku masih belum senang, aku kecewa pada Mama yang setiap saat terlalu khawatir padaku. Pernah suatu saat dia menentang hubungan kami, tapi akhirnya Mama mau menerima Aldo berkat kelakuan baik Aldo padaku dan adikku. Aku mengerti Mama melakukan semua itu karena ingin melindungiku, apalagi semenjak Papa tiada. Aku merasa kehilangan Papa. Tapi Aldo bilang kita harus merelakan sesuatu pergi meski itu adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita.
“Ma, Fika mau minta ijin ke pesta Renita. Boleh nggak Fika pergi?”
“Nggak, kamu tetep di rumah. Ntar gak ada yang jagain kamu.”
“Aldo akan selalu jagain aku Ma, kenapa Mama masih meragukan Aldo?”
“Pokoknya kamu nggak boleh pergi.”
“Mama jahat! Aku ini udah dewasa, mama nggak usah khawatir kayak gitu.”
“Gimana mama nggak khawatir, kamu ini anak mama, mama nggak mau nasib kamu berakhir kayak Papa kamu yang meninggal kecelakaan karena mabuk abis dari pesta temannya.”
“Tapi, Mama nggak boleh merampas hak Fika dong. Mama egois!”
Aku benar-benar gak bisa nahan emosi saat itu. Aku pun tak menyadari telah berkata kasar bahkan sampai memukul pintu kamarku hingga tanganku terluka. Tapi sakitnya hatiku mengalahkan sakitnya luka tanganku itu.
Maaf sayang, mama terpaksa melakukan semua ini, mama gak mau hal buruk terjadi menimpamu. Gumam mama dalam benaknya.
####
“Fik, lupain aja soal pesta. Gue nggak mau liat lo bertengkar Cuma gara-gara masalah sepele kayak gini.”
“Do, gue tau lo iba kan sama gue. gimana pun gue ini udah dewasa, bisa jaga diri. Gue nggak mau disangka anak manja, apalagi disangka “frik”. Masa Cuma dateng ke pesta temen aja gak dikasih. Mama macam apa itu?”
“Gue tau elo emosi, tapi lo nggak boleh menghina mama lo sendiri, inget dia yang udah ngelahirin lo, ngebesarin lo dengan susah payah. Elo masih beruntung punya mama yang sayang sama elo. Sedangkan gue? gue hanya bisa doain mama di surga.”
“Elo kok jadi nyalahin gue sih? Eh, Aldo. Gue ini pacar lo. Kenapa elo belain orang lain?”
“Gue tambah nggak ngerti jalan pikiran lo sekarang, Ini bukan Fika yang gue kenal dulu. Mana Fika yang selalu berbakti sama ortunya? Mana Fika yang selalu sabar dan lembut?”
“Sory Do. Gue nggak mau lemah lagi dimata kalian semua. Gue capek dikendaliin sama Mama, seakan gue ini robot mainan, yang nurut disuruh ini dan itu.”
Saking kesalnya saat itu aku tak sadar aku telah menyakiti hati 2 orang yang sebenarnya paling aku sayang. Aldo dan Mama.
“Gue capek Do. Elo terus mojokin gue. apa hubungan ini bisa kita pertahanin?”
“Gue juga udah capek liat sikap elo.”
“Trus mau lo apa?”
Di dalam hati aku tak ingin hubungan kami kandas secepat ini, tapi gimana lagi, keadaan yang memaksaku untuk mengakhiri semua dan satu lagi, aku gak punya pilihan lain.
“ Kita Putus!” Kata-kata itulah yang keluar dari mulut kita berdua.
Bagaimana lagi, itu memang keputusan kita berdua, dan masalah ini kurasa berawal dari Mama. Dia telah menghancurkan semuanya, bahkan orang yang kucintai jadi benci sama aku gara-gara wanita yang katanya melahirkanku itu.
Ku hempaskan tubuhku ke atas kasur penuh dengan kegusaran dan penyesalan.
Coba aja gue gak emosi sesaat pasti gue masih sama Aldo.
Gumamku dalam hati kecil terdalam.
“Tok…tok….tok!” Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku.
“Ah, pasti Mbok Asri.”
Mbok Asri adalah pembantu yang kerja dirumahku. Dia udah ngasuh aku sejak kecil, sejak Mama tidak peduli denganku dan selalu menomor satukan pekerjaan dan kariernya.
“Mbok Asri………  hah..Mama?”
Aku kaget melihat sosok yang paling ku benci berada tepat dihadapanku. Semua orang menganggap Mama sebagai permata, berlian yang katanya berharga dan penuh cinta. Tapi apa yang ku dapat? Hanya siksaan batin yang semakin membuat ku muak.
“Fika, Mama mau minta maaf tentang pesta itu. Mama tahu Mama salah.”
“Apa Ma? Maaf? Telllaaaat…!!!! Apa kata maaf Mama tadi bisa ngembaliin semuanya? Buat Renita gak marah atas ketidak hadiranku di pesta? Bisa buat Aldo masih jadi pacar Fika lagi? Telat Ma, telat. Udah gak berguna lagi.”
“Fika, Mama mohon Mama minta ma………”
“Brrrraaaaaaaaaaakkkkkkk………” dengan marah ku tutup pintu dengan kencang. Aku masih mendengar isakan tangis Mama yang membuat ku makin muak dan ingin menutup telinga. Mungkit sebagian orang yang melihat kejadian tadi menudingku sebagai orang jahat. Tapi asal kalian tau, siapa yang sebenarnya  jahat? Aku atau Mama? Bukankah dia tidak pernah mengerti dengan perasaan anaknya dan selalu mementingkan egonya?
“Ku setel musik keras-keras dikamar. Entah beberapa kali kudengar Mbok Asri memanggilku, tapi aku berusaha menulikan diri. Buat apa lagi dia memanggilku kalau bukan suruhan Mama, yang lebih tepat ku sebut sebagai “wanita egois”
#####
Hari ini matahari tak secerah sinar dihatiku. Ku habiskan sarapanku di pagi buta dan langsung bergegas menuju sekolah. Tapi aneh, kenapa aku tidak melihat Mama? Apa dia masih tidur? Aku ingin melihatnya dikamarnya. Tapi kuurungkan niatku itu. Untuk apa lagi aku menemuinya?
Mobilku melaju cepat tanpa beban. Ku tak bisa merasakan bagaimana hatiku saat ini. Aku tak punya arti apa-apa lagi bagi Aldo. Apalagi setelah aku lihat pagi ini dia bersama seorang wanita cantik yang lebih cantik dan melebihi aku. Lengkap sudah penderitaanku. Mau apalagi? Dari pada aku patah hati gak jelas gini, aku putuskan bolos sekolah. Sekali-sekali tidak akan berpengaruh bagi nilaiku. Itulah aku yang sekarang, yang sudah berubah kata orang, yang jauh berbeda dimata mama. Aku sadari itu, tapi ini bukan kehendakku. Ini bukan salahku.
“Ku hirup sejuknya udara di tempat ini. Ini memang tempat favoritku saat ku menyendiri.  Aku tak punya sahabat, pacarku pergi meninggalkanku, bahkan mamaku sudah gak bisa kuharapkan lagi menjadi ibu yang baik. Ku pikir hidupku tak spesial seperti hidup orang lain yang selalu meneguk kebahagiaan bersama orang yang mereka cintai, selalu makan bersama setiap malam, nonton tv sambil tertawa bersama, jangankan begitu, mendengarkan curhatku aja Mama tak kan pernah sempat karena kariernya yang sedang  “Naik Daun” itu.
Tiba-tiba alunan lagu Seventeen Untuk mencintaimu berkumandang di handphone-ku.
“Halo?” Ku sapa orang diseberang sana.
“Non, ini Mbok Asri non. Aduhh non… gawat… gawat!”
“Mbok, ada apa gawat-gawat segala? TV dirumah rusak? Apa tabung gas meledak?”
“Lebih parah non, non harus segera ke Rumah Sakit, Nyonya kecelakaan dan sekarang lagi kritis non. Dia terus menyebut nama non.”
“Kecelakaan? Palingan Cuma cedera doang. Bilang sama Mama, dia gak butuhin gue lagi. Gue gak akan pernah datang ke Rumah Sakit buat hal yang gak penting gini.”
“Tapi…. Non….Nyo”
“Tut….tut……tut…..” Telepon ku akhiri dengan kesal. Aku tetap sibuk sendiri dengan urusan yang jauh lebih penting dari pada Mama.
Di sisi lain Mbok Asri tampak gelisah dan segera menghubungi no telepon lain, yang bertuliskan nama “Aldo”.
“Halo, apa benar ini nak aldo?”
“Iya saya sendiri, dengan siapa ya?”
“Saya Mbok Asri nak Aldo, saya mau minta bantuan. Ini menyangkut Nyonya. Tolong nak Aldo ke Rumah Sakit sekarang ya?”
“Iya Mbok, saya kesana sekarang.”
#####
“Lho Mbok, Fika mana? Apa dia belum tau keadaan tante Sari?”
“Saya tadi sudah meneleponnya, tapi dia tidak mau ketemu Nyonya, mungkin ada kesibukan yang lain.”
“Dimana dia sekarang Mbok?”
“Saya kurang tau Nak Aldo. Tapi biasanya saya lihat dia sering ke bukit yang ada di jalan Anyelir itu. Nak Aldo tau kan tempat itu?”
“Tau Mbok, Kalau gitu Saya pergi dulu. Jaga tante ya?”
Bergegas Aldo meluncurkan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat tadi. Disana ia mencari-cari bagai mencari jarum ditumpukan jerami.
Betapa luasnya tempat ini. Indah dan sejuk. Tapi mana Fika? Apa dia benar-benar disini? gumam Aldo.
Tampak dikejauhan ia melihat sosok yang tak asing baginya.
“Fik, ayo ikut gue sekarang.”
“Eh… ngapain sih… aduh… sakit tau! Lo kasar banget jadi cowok. Maen sembarang tarik tangan orang aja. lo ngikutin gue ya?”
“Elo kenapa gak temuin nyokap loe yang sangat butuhin lo sekarang?”
“Untuk apa gue harus temuin dia lagi? Gue capek Do! Gue capek!”
“Gue heran dan kecewa sama sikap lo ini. Tapi, sekali aja gue mohon, buka hati lo buat nyokap lo.”
“Apa? Buka hati? Justru dia yang seharusnya buka hatinya ke gue. bukan ngekang dan gak peduliin gue kayak gini.”
“Nyokap lo itu sayang sama elo. Kalo dia gak peduliin lo, harusnya udah dari dulu elo ditelantarkan di jalan. Tapi elo diperlakukan sangat pantas Fik. Elo disekolahin mahal-mahal tujuan nyokap lo untuk apa? Elo dikasi makan, kehidupan yang layak, apa itu gak ngebuktiin kalo nyokap lo sayang sama elo?”
Panjang lebar Aldo berusaha membujukku agar aku mau menemui Mama di Rumah Sakit, aku pun merenung. Ada muncul perasaan bersalah dalam benakku. Aku tau, hatiku yang terdalam memintaku untuk menemui Mama dalam kondisinya yang kritis. Perasaanku gak karuan, gak enak. Terbersit dalam benakku umur Mama akan berakhir sekarang, tapi kubuang jauh-jauh pikiran negatif itu.
“Fik! Elo mau kan ke Rumah Sakit?” Ku lihat Wajah Aldo yang memelas bagai pengemis yang meminta sesuap nasi.
Tapi, sebelum aku menjawab, tiba-tiba seseorang mengabarkan sesuatu lewat Handphone Aldo.
“Apa? Ya… saya kesana sekarang.”
“Kenapa Do? Mama kenapa?” Tanyaku dengan cemas.
“Nyokap lo kritis. Kita harus ke rumah sakit. Tapi kalo elo tetep gak mau, gue sendiri yang kesana.”
Aku tetap diam menimbang-nimbang apa yang harus kulakukan sekarang ini.
“Kelamaan lo!” Kali ini aku bener-bener liat tampang muka Aldo yang berapi-api, dia benar-benar marah padaku.
Dia melaju kencang dengan mobilnya. Dia benar-benar kecewa padaku. Aku merasa berdosa pada Mama. Benar kata Aldo. Sejahat apapun Ibu dimata kita, dia tetap yang terbaik dan permata surga untuk kita. Ku dengar lantunan lagu Mely Goeslaw “Bunda” tak membendung kesedihanku. Air mataku bercucuran deras membanjiri pipiku. Kenapa aku berubah? Kenapa aku jahat pada Mama? Apa Mama mau memaafkanku ? Apa aku masih bisa memeluknya setelah ini?
Dan…. Aku sudah memutuskan. Aku sudah tau!
“Mama!”
Aku segera berlari menuju ruangan Mama dirawat. Disana Mbok Asri tampak mengelap air matanya yang tak hentinya keluar. Aldo ada di ruang tunggu. Wajahnya gusar. Membuatku tambah bingung.
“Do, Mama mana? Dia gak apa-apa kan? Dia bisa sembuh kan ?”
Aldo menghampiriku dan memelukku. Aku terisak tersedu-sedu. Mengeluarkan semua beban yang ada dalam hidupku. Mencoba menerima semuanya.
“Tante Sari lagi berjuang demi elo Fik. Dia lagi berjuang.”
“Kenapa Do? Kenapa harus Mama yang sakit. Dia terlalu baik. Sedangkan gue? amak yang gak berbakti. Jahat. Kenapa Tuhan buat Mama menderita? Tuhan gak adil Do, gak adil. Harusnya gue yang sakit. Gue yang kritis”
Saat mereka sedang menunggu dan berharap, tiba-tiba Dokter keluar dari ruangan Mama.
“Maaf apakah ada saudari Fika disini? Ibu Sari terus menyebut-nyebut namanya. Saya rasa, dia bisa ikut membantu Ibu Sari dalam masa kritisnya.”
“Iya Dok. Saya Fika. Apa saya boleh masuk Dok?”
“Silahkan nak, dari tadi mama anda terus-menerus menyebut nama anda. “
“Mama…. Bangun ma, ada Fika disini. Ma, Fika janji besok kita akan jalan-jalan, beli es krim berdua, ke kebun binatang liat kelinci kesukaan Mama, mama gak boleh tinggalin Fika Ma, Fika gak mau kehilangan Mama. Bangun ma, ayo banguuuunnnnn………..”
“Fik, elo gak apa-apa?”
“Do, gue anak yang gak berguna Do, gue yang pantesnya sakit bukan Mama. Gue yang harusnya mati. Gue….. jangan Mama.”
“Udah Fik, lo jangan terus-terusan nyalahin diri lo sendiri. Kita ambil hikmahnya aja. dan sekarang yang terpenting, gimana caranya biar Nyokap lo sembuh dan gak menderita kayak gini terus. Jujur gue gak tahan liatnya.”
“Ia, gue tau. Tapi dokter bilang Mama udah kritis. Sarafnya udah mati dan gak bisa berfungsi lagi. Gue bingung. Disini Mama gak dapet perawatan yang layak.”
“Kenapa gak lo bawa aja ke Singapur. Disana pasti nyokap lo bisa ditangani dengan baik.”
“Ia, itu jalan yang terbaik. Thanks Do, elo penyelamat gue.”
“Besok elo siap-siapin barang-barang ya. Lusa elo harus kesana, kasian nyokap lo.”
“Iya. Thanks ya!”
####
“Mama..!!!!! ma, jangan tinggalin Fika, Mama! Bangun ma, bangun.. Fika gak punya siapa-siapa lagi Ma, bangun Ma. Bangun..”
“Sabar Fik, ini kehendak Tuhan. Elo sabar ya. Ada gue yang akan selalu ngejagain lo selamanya.”
“Tapi Do, gue harusnya ngajak Mama berobat dulu sebelum Mama separah ini.”
“Ikhlasin Mamamu pergi Fik. Dia akan bahagia jika elo ngerelain dia pergi.”
“Iya Do, gue sayang Mama”


DEAR DIARY
“Sepinta Hati setelah Mama pergi tinggalkan aku”
Rasanya mataku sudah lelah. Kering kehabisan air mata. Aku menyesal. Seharusnya dari dulu aku dengerin omongan orang-orang  yang mencintaiku. Kini Mama telah meninggalkan aku sendiri. Ia telah bahagia. Untuk yang terakhir kalinya, aku melihat sekujur tubuh mama yang dingin, pucat, putih. Tersirat beban mendalam dari hati Mama, dan beban itu adalah aku. Aku yang selama ini selalu membebani  Mama. Tapi dia tetap tersenyum seiring kepergiannya. Tenanglah Ma, aku akan mewujudkan impian Mama, impian yang selama ini Mama damba. Mama pasti senang kelak aku akan menikah dan mempunyai anak-anak yang bahagia seperti yang selama ini Mama harap dariku. Maaf ma, aku tak pernah memberikan secercah senyuman untukmu.. maaf… maaf Ma……
Mama yang nun jauh disana, telah menunggu janjiku.
-Selesai-

Tuesday, November 1, 2011

Taylor Swift



 Taylor Swift - Fifteen Lyric

You take a deep breath and you walk through the doors
Its the morning of your very first day
You say hi to your friends you aint seen in a while
Try and stay out of everybodys way
Its your freshman year and youre gonna be here
For the next four years in this town
Hoping one of those senior boys will wink at you and say
You know I havent seen you around, before

Cause when youre fifteen and somebody tells you they love you
Youre gonna believe them
And when youre fifteen
Feeling like there nothing to figure out
Well count to ten, take it in
This is life before who youre gonna be
Fifteen

You sit in class next to a redhead named Abigail
And soon enough youre best friends
Laughing at the other girls who think theyre so cool
Well be out of here as soon as we can
And then youre on your very first date and hes got a car
And youre feeling like flying
And youre momas waiting up and you think hes the one
And youre dancing round your room when the night end
When the night ends

Cause when youre fifteen and somebody tell you they love you
Youre gonna believe them
When youre fifteen and your first kiss
Makes your head spin round but
In your life youll do greater than dating the boy on the football team
But I didnt know it at fifteen

When all you wanted was to be wanted
Wish you could go back and tell yourself what you know now
Back then I swore I was gonna marry him someday
But I realized some bigger dreams of mine

And Abigail gave everything she had to a boy
Who changed his mind and we both cried

Cause when youre fifteen and somebody tells you they love you
Youre gonna believe them
And when youre fifteen, dont forget to look before you fall
Ive found that time can heal most anything
And you just might find who youre supposed to be
I didnt know who I was supposed to be at fifteen

La la la la la .. la la la la la .. La la la la la

Youre very first day
Take a deep breath girl
Take a deep breath as you walk through those doors.