Pages


Sunday, October 16, 2016

Bulan Baru Nantinya...

Malam ini, aku ingin mengungkapkan beberapa patah perasaan yang tak sempat kukatakan padamu. Beberapa penyesalan yang aku lewatkan. Seharusnya aku lebih jujur dengan apa yang kini menghampiri diriku. Saat itu, 14 Agustus malam dan kamu masih ingat kah? Itu pertama kalinya dan aku hampir menangis ketika kamu melarangku untuk memiliki perasaan lebih terhadapmu.
Kamu tidak akan mengerti karena kamu tidak ingin membuka matamu terhadapku. Kenapa tidak pernah kamu mau mencoba melukiskan kata “kita” pada ceritamu di masa depan? Tidakkah kamu akan menyesal jika suatu hari nanti ketika kita bertemu lalu kamu melihat aku bersama pria lain yang mencintaiku?
Aku ingin alasan. Kenapa dan apa yang sebenarnya kamu pikirkan tentang “kita”? karena selama 2 tahun ini aku selalu berpura – pura memahami dengan bersikap seolah semua baik – baik saja tanpa ada perasaan yang terlibat di dalamnya. Karena selama itu duri-duri kaktus yang menancap selalu aku sembunyikan.
Aku beberapa kali terbodohi , beberapa kali sudut mataku basah karena memikirkan betapa perihnya rasa yang terpendam ini, beberapa kali kumerasa teriris ketika kamu lumuri aku dengan cerita tentang dia ataupun dia yang lainnya.
Kamu telah melewatkan aku. Aku harap pada waktunya nanti kamu terbiasa melihat aku yang tak ada lagi untukmu,  tak memelukmu erat lagi, tak mengusap rambutmu lagi, tak tersenyum seindah dulu lagi. Jangan saja kamu menyesali segalanya. Karena aku telah berjanji pada diriku sendiri akan berusaha tidak terlibat dalam perasaan ini lagi. 10 tahun kedepan, jika suatu saat kita bertemu kembali, aku harap kamu pun berbahagia dan bersahaja selalu. Mungkin “kita” itu tidak indah untuk aku dan kamu. Aku mengerti, dan aku memahami betul perasaan memang tak bisa dipaksakan.

Dengan berakhirnya bulan september, Oktober aku akan mengikuti rehabilitasi dan November akan jadi sosok energic baru. Dengan keceriaan yang pernah kumiliki sebelumnya, jauh sebelum aku mengenal dirimu. Karena kamu tak lain seperti sebuah candu, dan aku ingin berhenti mengisap candu itu. Aku akan berhenti. Aku akan direhabilitasi. Lalu ketika bulan baru lahir, akan ada senyuman baru kembali.

No comments:

Post a Comment