Pages


Friday, March 23, 2012

Spring Breeze

Diluar sedang cerah, hhhmm.. Kulihat awan berarak berbaris di langit biru, bunga-bunga sedang bersemi memamerkan indah warna kelopaknya yang merekah. Angin yang bertiup sepoi membawa aroma bunga ke seisi alam. Saat ini waktu yang tepat untuk memulai hari yang penuh warna. Ku ambil handphone yang sedari tadi kusembunyikan di saku jaket tipisku dan kuintip layarnya. tampak ada satu sms yang sangat mengejutkan. Omo! apa aku bermimpi? apa ini kenyataan? Astaga, ini sms pertama darinya. Padahal sebelum ini kita tak saling kenal satu sama lain. Memang aku menyimpan nomor hp-nya dan itu hanya untuk pajangan saja. Sungguh sejak aku memperoleh nomor hp-nya 1 tahun yang lalu, sampai sekarang aku tak memiliki keberanian untuk sekedar menyapa atau mengucapkan "hai kak, selamat pagi" atau "have a nice day" itu terdengar seperti sudah akrab padahal kenal saja belum. Namun hari ini jauh dari kata 'mustahil'. Kau tahu? hidup memang mengandung banyak hal yang terkesan 'mustahil'. Tapi sesungguhnya apapun dapat terjadi, seperti sekarang ini. Dia mengucapkan "hai Merylin, boleh aku mengenalmu lebih jauh?"
Bukankah itu kedengarannya seperti upaya pendekatan? apa dia menyukaiku? apa hanya iseng saja? atau aku jadi bahan taruhan? Tidak..tidak...tidak... sebelum hal yang pasti terjadi mana boleh aku berpikir yang tidak-tidak. Today is magic, Is it real? or pretend?

Thursday, March 22, 2012

Maaf..

"Krik, krik, krik" Hanya sapaan dari jangkrik-jangkrik itu yang menghiasi kelabu malam ini. Rasanya begitu senyap. Aku kalut dalam pikiranku sendiri entah apa yang kupikirkan aku tak dapat menerka perasaanku sendiri. Tiba-tiba sebersit masa lalu menghantuiku lagi. Masa lalu yang tak akan mungkin terlupa olehku. Aku menyesal telah memperlakukannya seperti itu, sungguh sekarang ini kau berhak membenciku.
Dulu padahal aku mengetahui dan sangat memahami jika kaulah satu-satunya orang yang mau menerima segala kelebihan dan kekuranganku. Walaupun saat itu usia kita masih belum cukup matang untuk menjalin suatu hubungan serius, aku tetap menyadari ketulusan yang terpancar dari sorot matamu. Begitu malangnya dirimu aku manfaatkan. Sungguh, aku orang yang jahat! Jahat! Aku benar-benar seperti tak mau melihat orang yang setia didepan mataku, justru aku mencari-cari orang yang jauh lebih sempurna dari dirimu, bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Selama itukah kau bertahan menghadapi perlakuanku? Kenapa kau bertahan untukku? Aku mengerti sekarang ini sudah sangat terlambat untukku. Namun, karma ya karma. Aku bahkan telah menerima semua itu. Yang aku butuhkan saat ini hanya maaf darimu, itu saja. Aku mohon setelah kau memaafkanku, kau bisa menjauhiku, kau bisa mencampakkanku layaknya perlakuanku padamu dahulu. Maafkan aku.. Aku mohon,

Wednesday, March 21, 2012

Penjaga Hati

Sejenak ku tatap dedaunan kering sisa badai kemarin.
Ku hela napas dalam-dalam. aku rasakan sepoinya angin sampai ke tulang rusukku.
Apapun yang terjadi hari ini, aku harus lupakan sejenak. Ku sandarkan bahuku yang lelah di kursi panjang penuh dedaunan kering itu. Perlahan air mata yang berusaha kutahan akhirnya bergulir membasahi pipiku. Dadaku sesak, rasanya sungguh kalut mengingat kau mengungkapkan semuanya secepat ini. Kenapa harus kau? Padahal hanya kau satu-satunya orang yang sangat memahamiku saat ini. Disaat kita telah jauh melangkah, ketika kau lemah aku menopangmu. Ketika aku luka, kau datang bagai perban yang membalut lukaku. Tak kusangka ada satu hubungan yang selama ini tertutupi. Satu hubungan yang meninggalkan penyesalan yang begitu mendalam di jiwaku. Hubungan yang selama ini suci dan indah dihapuskan dengan hubungan yang bahkan lebih kental dari air. Persaudaraan.
Siapa yang mesti aku salahkan? Kau? Ibu? Tuhan?
Seharusnya kita tidak dipertemukan hanya untuk mengetahui jati diri kita masing-masing. Seharusnya kita tak dipisahkan sejak awal. Jika aku mengetahui akhirnya akan dramatis seperti ini, lebih baik aku menolak ajakan kencanmu, menolak cincin pertunangan darimu. Seharusnya aku tak menjalani cinta terlarang ini. Kakak, aku mencintaimu lebih dari apapun karena kau penjaga hatiku, bukan karena kau saudara kandungku. Aku mohon Kak, jangan jadi saudaraku.. Aku mohon hapuskan takdir pahit yang membelit kehidupan kita. Kembalilah ke masa dimana kita saling memiliki layaknya dahulu.Hapuskan kak! Tuhan, Ibu dan mereka semua itu pembohong. Kita tak memiliki hubungan darah sama sekali. Kau dan aku sama sekali tak mirip, dan aku yakin ini hanya kesalahan. Tolong katakan ini hanya kesalahan, siapapun tolong aku. Kakak, aku mencintai kakak. Jangan paksa aku untuk berhenti memujamu, jangan paksa aku untuk membakar surat cinta darimu, dan jangan paksa aku untuk meninggalkanku karena kau penjaga hatiku. Aku yakin kau akan setia pada kata hatimu saat ini.