Pages


Sunday, May 27, 2012

Kenangan itu..


Ketakutan itu mulai menjalar memenuhi ruang jiwaku. Ketakutan itu menjelma menjadi sebuah kenyataan pahit, begitu memuakkan. Telah lama aku menunggu untuk menanti sebuah lilin harapan yang bersinar terang di penghujung rinduku. Namun semua itu tak berlangsung lama semenjak  badai malam itu datang dan memadamkan api yang telah lama menyala. Angin itu menyejukkanku, namun  perlahan tanpa aku sadari, ia menghancurkan segala yang aku miliki. Membuat lilin yang telah lama aku pertahankan padam sia-sia. Ia berhembus pelan mengintari setiap rongga dan relung hati, dan seperti yang aku duga, angin sepoi yang telah berhembus pergi tak akan pernah kembali ke tempat yang pernah ia singgahi sebelumnya. Lilin, hanya ia satu-satunya harapanku. Harapan yang telah ku sia-siakan. Maafkanlah  atas angin yang telah memadamkanmu dan atas diriku yang tak bisa mempertahankan cahayamu, aku yang tak bisa mempertahankan cinta kita. Tinggalah aku di persimpangan tak jelas atas tujuan selanjutnya. Angin dan lilin adalah kenangan bagiku. Kini aku mencoba untuk hanya menyayangi salah satu dari segalanya. Masa lalu itu, aku tak ingin itu kembali menghampiri diriku dan aku tak mau terjebak di lubang yang sama.